Setelah 3 kali anakku terserang steup dalam 2 bln aku mulai mencari dokter anak lain. Awalnya aku konsultasi ke 2 dokter spesialis anak dekat rumah tapi setelah 3 kali ke situ aku merasa kurang setuju dengan pengobatannya. Aku mulai cari lagi dokter spesialis lain sebagai perbandingan.
Saat jalan-jalan kulihat ada praktek dokter anak, beliau sudah tua dan tempat praktek nya ku lihat sepi tapi aku beranikan diri untuk konsultasi.
Aku ternyata jawaban yang kudapat membuatku terkejut. Dokter lain menganjurkan anakku di opname tapi beliau dengan santai mengatakan "Steup bisa karna keturunan dan berhenti sebelum usia 2 th. Dan setelah di usut ternyata dari keluarga ku ada riwayat steup dan suamiku juga pernah steup jadi beliau mengatakan tidak bisa dihindari tapi hadapilah dengan lapang dada. Karena faktor genetik jadi tidak harus tunggu demam tinggi 40 terkadang demam 38 saja udah bisa steup."
Beliau juga mengajarkan cara tindakan darurat menghadapi anak steup, cara mengunakan kompres yang betul dan cara memberikan obat anak yang betul. Yang paling berkesan adalah nasehat beliau " Jangan takut hadapi anak steup karna obat yang mujarab adalah emosi dari ibunya. Klo ibu tenang, anak akan merasakan energi positif ibu dan dia akan semangat untuk sadar. Jangan dengarkan kata-kata negatif dari orang lain. Jangan samakan medis dengan mitos, imun orang dulu beda sama jaman sekarang."
Memberikan cairan seperti kopi saat anak steup kalau masuk ke saluran pernapasan bisa berbahaya bisa henti nafas. Dan kalau memberikan gagang sendok ke mulut bayi ini bisa merusak rahang bayi. Atau menyumpal mulut bayi dengan kain ini menghambat jalur nafas bayi.
Tak dipungkiri setiap steup ada ratusan jaringan di otak akan rusak tapi karna anak masih dalam tahap pertumbuhan masih bisa diperbaiki. Mulai dijaga pola makannya yang dianjurkan anak makan sea food dan multivitamin untuk imunnya.
Ternyata betul perkiraan beliau anakku memasuki usia 2 th tidak steup lagi. Jadi saat usia nya memasuki 1 th terhitung 6 kali terulang steupnya dengan gejala ringan di 2 steup terakhirnya.
Banyak orang yang mengatakan anakku besarnya akan idiot. Tapi tidak dengan doaku mengharapkan kesehatan dan kesuksessan anakku. Saat remaja dia bisa masuk SMP dan SMA favorit melalui jalur tes. Dan sekarang dia kuliah dikampus UNJ melalui snbt. Disamping itu anakku juga atlet taekwondo di SMA meraih 4 emas, 3 perak dan 1 perunggu.

