Pengikut

Steup anakku datang lagi

 


Setelah 3 kali anakku terserang steup dalam 2 bln aku mulai mencari dokter anak lain. Awalnya aku konsultasi ke 2 dokter spesialis anak dekat rumah tapi setelah 3 kali ke situ aku merasa kurang setuju dengan pengobatannya. Aku mulai cari lagi dokter spesialis lain sebagai perbandingan. 

Saat jalan-jalan kulihat ada praktek dokter anak, beliau sudah tua dan tempat praktek nya ku lihat sepi tapi aku beranikan diri untuk konsultasi. 

Aku ternyata jawaban yang kudapat membuatku terkejut. Dokter lain menganjurkan anakku di opname tapi beliau dengan santai mengatakan "Steup bisa karna keturunan dan berhenti sebelum usia 2 th. Dan setelah di usut ternyata dari keluarga ku ada riwayat steup dan suamiku juga pernah steup jadi beliau mengatakan tidak bisa dihindari tapi hadapilah dengan lapang dada. Karena faktor genetik jadi tidak harus tunggu demam tinggi 40 terkadang demam 38 saja udah bisa steup."

Beliau juga mengajarkan cara tindakan darurat menghadapi anak steup, cara mengunakan kompres yang betul dan cara memberikan obat anak yang betul. Yang paling berkesan adalah nasehat beliau " Jangan takut hadapi anak steup karna obat yang mujarab adalah emosi dari ibunya. Klo ibu tenang, anak akan merasakan energi positif ibu dan dia akan semangat untuk sadar. Jangan dengarkan kata-kata negatif dari orang lain. Jangan samakan medis dengan mitos, imun orang dulu beda sama jaman sekarang."

Memberikan cairan seperti kopi saat anak steup  kalau masuk ke saluran pernapasan bisa berbahaya bisa henti nafas. Dan kalau memberikan gagang sendok ke mulut bayi ini bisa merusak rahang bayi. Atau menyumpal mulut bayi dengan kain ini menghambat jalur nafas bayi. 

Tak dipungkiri setiap steup ada ratusan jaringan di otak akan rusak tapi karna anak masih dalam tahap pertumbuhan masih bisa diperbaiki. Mulai dijaga pola makannya yang dianjurkan anak makan sea food dan multivitamin untuk imunnya. 

Ternyata betul perkiraan beliau anakku memasuki usia 2 th tidak steup lagi. Jadi saat usia nya memasuki 1 th terhitung 6 kali terulang steupnya dengan gejala ringan di 2 steup terakhirnya.

Banyak orang yang mengatakan anakku besarnya akan idiot. Tapi tidak dengan doaku mengharapkan kesehatan dan kesuksessan anakku. Saat remaja dia bisa masuk SMP dan SMA favorit melalui jalur tes. Dan sekarang dia kuliah dikampus UNJ melalui snbt. Disamping itu anakku juga atlet taekwondo di SMA meraih 4 emas, 3 perak dan 1 perunggu. 



Almarhum kakek datang menyapaku

 


Saat itu usiaku 9 th dan kami baru tiba dari jakarta. Tiga hari perjalanan dari jakarta ke kampung bapak di tanah karo sumatera Utara untuk mengikuti acara penguburan nenek. Tradisi disini peti jenazah disemayamkan di rumah almarhum dan tutup petinya terbuka untuk memberikan kesempatan pada saudara dan tetangga untuk penghormatan terakhir. 

Setelah makan malam mataku terasa berat dan memilih tidur di satu kamar. Ada seorang kakek mendatangi ku sambil tersenyum dan memegang tanganku lalu mengajakku berbincang yang tidak bisa ku dengar suaranya. Lama kami duduk mengobrol dan kakek menasehatiku. Saat aku terbangun aku mencoba mengingat apa  yg dibicarakan tapi tetap aku tidk ingat.

Paginya aku terbangun dan duduk di samping peti nenek. Ku perhatikan sekitar ruangan belum banyak tamu yang datang. Disamping peti nenek ada lemari buku besar dan di atasnya ada satu bingkai foto seorang kakek yang tidak ku kenal tapi aku mulai berpikir sepertinya aku pernah jumpa kakek ini tapi dimana ya. Karna penasaran aku bertanya ke saudara yang datang melayat. 

"Beliau kakek mu, ya pantas aja kamu tidak mengenalnya karena beliau meninggal di tahun dan bulan yang sama dengan kelahiranmu"

Mendengar itu badanku terasa lemas dan mukaku pucat. Bukankah kakek ini yang semalam datang dan mengobrol bersamaku dalam mimpi. Inilah mimpi pertama yang kuingat bertemu seorang yang belum pernah ku jumpai di dunia nyata. 



Tolong, anakku step di ultah pertamanya (bag. 1)

Tiga belas tahun yang lalu di siang bolong aku menjerit "anakku!!" melihat anak pertamaku tiba-tiba kejang di atas kasur. Baru saja ku beri dia susu dan ku baringkan badannya di kasur lantai. Hari ini adalah hari ulang tahunnya yang pertama dan rencanaku  untuk mengajaknya jalan ke mall. 



Dengan pikiran binggung dan takut ku angkat anakku yang kurasa seperti kayu keras. Badannya kaku, jari tanggannya menggepal kuat, kedua kakinya lurus, bola matanya ke atas, kulitnya dingin dan pucat. Melihat itu badanku tiba-tiba lemas terduduk di pinggir kasur lantai, ku kumpulkan kesadaranku dan mencoba berdiri dengan kaki gemetar lari ke luar kamar. Ku gendong anakku ke luar dan otakku terus beri perintah, "panggil anakmu jangan biarkan tertidur". 

"Anakku.. Anakku.. Tolong anakku" teriakku. Baru satu meter keluar dari pintu kamar tiba-tiba kaki ku lemas dan aku terduduk memeluk anakku, "Bangun nak, bangun nak.. Tolong, tolong" jeritku sambil mengusap-usap mukanya. Aku berharap dengan sentuhanku  bisa dia rasakan.

Suamiku dan empat orang lari masuk ke arahku, telingaku tidak bisa mendengar apa yang mereka ucapkan. Suamiku langsung menggambil anakku dan lari ke luar. Ku kumpulkan kekuatan mencoba ikut berlari di belakangnya. Dia lari ke arah klinik bersalin  yang jaraknya 100 meter. 

Tibanya di klinik ku lihat anakku sudah telanjang. Aku dan suamiku bergantian mengusap-usap telapak kakinya yang dingin seperti es. Tak henti ku panggil nama anakku, berharap dia dengar panggilanku. 

"Kenapa anaknya bu? Step ya?" tanya tiga orang ibu yang berdiri menatap heran.

"Oh, ini step anaknya pasti besarnya idiot" celetuk ibu tua.

"Iya, gimana sih kamu mamaknya biarin anaknya step, " jawab ketus ibu lain. 

Ku lihat ruang tunggu yang setengah penuh berbisik-bisik melihat kami. 

"Bu, kalau anaknya step masukkan aja ke dalam bak air biar cepat turun panasnya,"

"Kasih minum kopi kental aja,"

"Jangan di infus nanti cacat, "

"Mandikan air kembang aja bu, "

Geram rasanya mendengar itu, "Ah, sudahlah nga perlu ku lawan." bisik hatiku sambil terus mengusap badan anakku.

Bidan datang memberikan sebotol alkohol dan kapas, dia menunjukkan caranya danmemintaku untuk mengusap alkohol ke seluruh badannya.

 Setelah ku usap semua alkohol ke badannya dan bagian ketiaknya  ku kompres memakai kapas, bidan memasukkan stesolid ke duburnya. Satu menit kemudian anakku buang air dan dia menangis keras. Aku merasa lega, ku bersihkan badannya dan ku peluk. 

Bidan memberikan obat demam dan memintaku untuk terus beri minum air putih dengan sendok. 

Sorenya ku bawa anakku berobat ke dokter spesialis anak. Saat di periksa anakku tidak demam dan dokter hanya beri vitamin dan stesolid oral. Tapi hatiku belum tenang karena binggung pernah demam tinggi 38,5 tidak ada step. Dokter sarankan istirahat di Rumah Sakit untuk di monitor otak anak. Dengan pertimbangan aku kurang percaya dengan pelayanan Rumah Sakit di kota ini, terbayang saat aku operasi caesar yang tidak nyaman dengan pelayanan perawatnya. Jadi sementara saran dokter itu ku tolak. 

Sekitar jam 7 malam dengan suasana lampu mati anakku tiba-tiba demam. Ku beri obat penurun demam dan ku kompres seperti yang diajarkan bidan tadi siang. Ku gendong anakku dan mulutku tidak berhenti bernyanyi dengan harapan anakku walaupun dia tidur tetap mendengar suaraku. Perasaanku mulai was-was, "aku harus bagaimana kalau kejadian tadi siang terulang dengan kondisi gelap mati lampu". Ku tenangkan diriku sesekali melihat kearah lilin besar yang setengah batang habis terbakar. Hatiku terus mengucap doa berharap pikiranku tetap positif.

Ku lihat mertuaku yang mulai panik dan mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Beliau menyuruh suamiku meletakkannya diatas pintu kamar. Belum sempat aku bertanya kurasakan telapak kaki anakku dingin. Samar-samar dikegelapan ku lihat anakku membuka mata dan tangannya mulai mengepal. Ingat kejadian tadi siang dengan gemetar tangannku mengambil botol stesolid, ku tuang obat itu ke sendok takar hingga tumpah. 

Melihat itu mertuaku langsung menggendong cucunya dan mengucap sesuatu di kepala anakku. Mertuaku langsung mengunyah ramuan rempah dan menyemburnya ke seluruh badan anakku. 

"Jangan ganggu cucuku." teriak mertuaku. Anakku mulai kejang lagi.

Ya, aku mulai panik, mulutku ingin teriak tapi tak bisa. Ku coba tenangkan diri fokuskan mataku melihat sendok takar dan dengan gemetar pelan-pelan ku tuang obat itu. Ku coba mengingat-ingat pesan dokter tapi tak ada ku ingat. 

Ku beri anakku obat tapi obatnya keluar dari mulutnya. Ku masukkan kembali sambil terus ku usap-usap telapak kakinya berharap dia bisa rasakan sentuhanku. 

Akhirnya dia menangis keras dan hatiku terasa lega. Terasa air mataku menetes mendengar tangisannya seperti mendengar tangisan pertamanya saat diangkat dari rahimku. Aku memeluknya dan mencoba menenangkan dirinya dan diriku.. 


Spaghetti tumis wortel

 Wortel adalah buah sayuran yang menjadi makanan favorit anak-anak saya di rumah. Terkadang anak-anak agak susah bila disuruh makan sayur. Saya biasanya menyiasatinya dengan parutan wortel supaya lebih mudah di kunyah anak. Terkadang wortel kami kombinasikan ke dalam menu spaghetti. 



Bahan yang diperlukan 

1. 1 Wortel besar yang di parut kasar panjang

2. 1 bks Spaghetti la fonte

3. 1 bh Bawang bombay diiris

4. 2 siung Bawang merah diiris

5. Merica bubuk 

6. 1 bh Tomat diiris halus

7. Saos tiram secukupnya 

8. Garam secukupnya 

9.  1 Telur ayam

10 kornet sapi kalengan

11. 1 ons Sayur kol diiris halus


Cara memasaknya

1. Rebus spaghetti hingga masak

2. Tumis bombay sampai harum, masukkan bawang merah

3. Masukkan telur lalu masak orak arik sampai masak

4. Masukkan kornet, wortel, tomat dan kol beri  garam, merica dan saus tiram. Beri sedikit air lalu masak hingga matang. 

5. Siram tumisan diatas spageti 

Spaghetti tumis wortel ini sangat cocok dimakan saat sarapan sebagai pengganti nasi. Cita rasanya yang manis dari wortel dan rasa garing dari irisan kol membuat anak-anak memakannya dengan lahap. Bagi yang menyukai pedas bisa ditambahkan saos sambal botolan. 

Selamat mencoba. 

Meji si jago tak berekor

 


     Di sebuah kandang yang berada di ladang pak Pinem terdapat kandang ayam yang berpenghuni ayam dan bebek. Letak ladang ini jauh dari desa. Sore itu hujan turun dengan derasnya sesekali terdengar bunyi petir keras dan cahaya kilat yang menyilaukan. Semua penghuni meringkuk diatas jerami kering dan menutup matanya. Tak seekorpun ayam yang berani bertengger diatas balok atas kandang. Beberapa anak ayam bersembunyi masuk ke bawah badan induknya. Malam mulai terasa dingin dan hening. 

"Tak adakah makanan disini?" teriak si gendut tikus di atas balokkan kandang. 

"Gendut jangan coba-coba ambil telurku ya." teriak induk ayam dengan cepat memasukkan telur yang keluar dari bawah perutnya. Mata sang induk menyipit tajam melihat air liur si Gendut. 

"Aku tidak kuat lagi menahan lapar sudah dua hari hujan tak hentinya." seru Gendut berguling-guling menegang perutnya.

"Kwek.. Kwek.. Kami juga lapar," teriak bebek-bebek yang berkumpul di samping jerami. Selama hujan turun pak Pinem belum ada ke kandang memberi mereka makan. 

     Mereka hanya bisa mengais sisa-sisa dedak dan jagung yang berserak di dalam kandang. 

"Ciit.. Cit.. Cit.. Ibu kami juga lapar, " tangis anak-anak ayam. 

"Hitam bisakah kau keluar memberitahu pak Pinem?" seru induk ayam. Hitam adalah ayam jago yang besar dan kuat. Bila ia berkokok suaranya terdengar keras dan menggelegar di udara pagi hari. 

"Hmm... hmm.. Kalau aku keluar dari kandang ini siapa yang akan jaga kalian?" serunya sambil membusungkan dadanya. 

"Iya jangan keluar kita juga harus waspada dengan musang. Dia akan memakan telurku lagi," isak seekor ayam betina. 

"Meji lebih baik kau saja yang pergi," kata si Hitam.

     Meji melihat tatapan semua penghuni kandang ke arahnya. Selama ini dia takut pergi jauh dari kandang karena berbeda dengan yang lain. Meji tidak punya ekor layaknya ayam jago. Ini membuat dia jadi bahan ledekan temannya. Meji tertunduk, "Baiklah, "lirihnya pelan Dia menunduk dan berjalan perlahan.

"Kwek..Kwek..aku ikut," seru Beky si bebek dengan badannya yang gempal. 

"Tunggu, daripada aku mati kelaparan lebih baik aku ikut kalian, " lompat si gendut turun dari atas.

      Mereka membuka pintu kandang, angin kencang menerpa tubuh mereka. 

"Iiiihhh... dinginnya," si Gendut melompat ke atas badan Beky. 

Meji memberanikan diri melangkahkan kakinya ke atas genangan air. Terlihat disekitar kandang penuh air menggenang. Perlahan mereka berjalan diantara rumput basah. Pandangan mereka terhalang dengan derasnya hujan dan suasana gelap. Kandang ini terletak di tengah ladang jagung dan kemiri. Sedangkan rumah pak Pinem berada di desa.

     "Duuaaarrr.. Kkrreeekkk.." terdengar suara keras dari arah atas pohon kemiri. 

"Awaaasss!!!" teriak Meji melompat ke samping menghindari dahan yang jatuh dari atas. 

"Maakkkk!!!" teriak Gendut melompat.

"Kwweekkk!!!" pekik Beky mengepakkan sayapnya ke arah Meji. 

"Teman-teman kita harus waspada," bisik Meji. Mereka mengangguk setuju.

"Tunggu dulu apa kalian dengar itu?" tanya Gendut memegang leher Beky. 

"Grrr... grrr.. " terlihat sepasang mata merah di balik semak-semak makin dekat. Mereka berjalan mundur, Meji membentangkan sayapnya melindungi temannya. Kakinya mulai gemetar melihat deretan gigi putih tajam menyerigai.

      "Guk.. Guk.. Apa yang kalian lakukan disini! Hah! Mau kabur ya!" teriak Denki.

Mereka kaget ternyata si Denki anjing coklat penjaga ladang itu. 

"Hey kau menakuti kami!" teriak si Gendut mengepalkan tangannya ke arah Denki. Denki membuka mulutnya mengeretakkan giginya "Aarghh... aaargghh.." 

"Stop.. Jangan bercanda," sayap Meji menahan kepala Denki yang hampir menggigit si Gendut. 

"Kami mau ke rumah pak Pinem. Sudah dua hari kami tidak makan" kata Beky. 

"Kalian tidak bisa ke desa. Saat ini desa banjir, air sungai meluap. Karna kita di ladang lebih tinggi dari desa kita lebih aman," jelas si Denki. 

Mereka menunduk mengingat teman-temannya di kandang yang kelaparan.

     "Apa yang harus kita lakukan? Perutku lapar sekali," lirih si Gendut sambil mengenduskan hidungnya ke atas mencari bau makanan. 

"Denki, kita harus ke ladang jagung yang diatas bukit. Disana banyak jagung tua," kata Meji menunjuk ke arah puncak bukit. 

"Hmm.. Hujan seperti ini pastilah licin. Apa kita mampu berjalan ke atas?" Denki mengeryitkan dahinya dan menatap tajam ke arah bukit. 

"Tidak.. tidak.. Kita tidak boleh kesana. Itu dekat hujan pasti banyak musang bersembunyi," seru Beky berjalan ke belakang Denki. Mereka memandang ke atas bukit ladang jagung yang luas. Sesekali diterangi cahaya kilat di langit membuat bukit itu terlihat suram menakutkan. Mereka saling berpandangan dan Denki mendorong badan Meji ke depan dengan tangannya.

"Kau pemimpinnya kan?" bisik Denki. Meji menelan ludah berusaha menggumpulkan keberaniannya. 

     "Jagung manis tunggu kamu, let's go!  Teman-teman." teriak si gendut sambil membayangkan manisnya butiran jagung. Si Gendut melompat hilang diantara semak-semak. 

"Hey, kita jalan bersama-sama," Teriak Meji. 

      Mereka terus berjalan naik ke atas bukit, sesekali mereka terhenti mendengar suara kilat yang menggelegar. Tiba-tiba si gendut lari ke bawah. 

"Awas longsor ayo ke arah sana," teriak si gendut. Mereka terkejut dengan berlari cepat mengikuti si Gendut naik ke atas dahan bawah pohon kemiri yang melengkung rendah. Terlihat dari atas sebagian tanah dan rumput longsor ke bawah dengan suara keras. 

    "Sepertinya kita harus jalan memutar melewati ladang kemiri itu," bisik Meji. Mereka memandang ladang pohon kemiri yang besar dan remang-remang. 

"Glek.. Aku ingin pulang..cit..cit.." teriak si Gendut melompat ke bawah. Dia terkejut karena ekornya di injak Denki membuat badannya bergelantungan.

"Sudah setengah jalan kita harus sampai ke puncak," bisik Denki melirik tajam ke Gendut. 

"Ayo kawan," teriak Meji melompat dan berjalan perlahan ke tengah ladang kemiri. 

    "Wuusshh..." terdengar suara angin kencang diantara daun-daun menerpa badan mereka yang basah kuyup. Sesekali mereka mengibaskan badannya yang basah. Dari kejauhan mereka melihat sedikit cahaya. 

"Stt... Sepertinya ada yang perhatikan kita," bisik Beki. Meji menggangguk sambil terus melangkah perlahan. 

"Kukuk... Kuukk.." terdengar suara dari atas dahan. 

"Wwhhoooaaaa...." terik mereka lari dengan kencang ke arah cahaya. Terdengar angin kencang dari belakang mereka. 

"Tolong.. Tolong aku.. Lepaskan aku," si gendut meronta mencoba melepaskan diri dari cengkraman kuat burung hantu. Mereka berlari kencang berusaha menolong si Gendut. 

    "Aaarrgg... Guk... Gukk..." Dengan sigap Denki berlari kencang dan melompat ke arah burung hantu yang membuat si gendut terlepas dan terjatuh berguling-guling. 

"Gendut..bangun.." teriak Beki. 

"Ah..aku tak sanggup lagi" bisik Gendut lemas.

"Ayo sedikit lagi." kata Denki. 

"Sedikit lagi?! Tak lihatkah kau aku hampir jadi santapannya!" teriak Gendut. 

"Perutku lapar, badanku lemah, kakiku lemas cobalah kalian lihat.." seru si Gendut. Mereka  diam meninggalkan si Gendut yang meringkuk di tanah. 

"Hei, tunggu aku gaes !" teriak si Gendut. 

     Akhirnya mereka sampai di ladang jagung. Hujan sudah reda dan sinar bulan terlihat terang diantara deretan awan hitam. Dengan kencang si Gendut berlari ke arah jagung.

"Duh.." si Gendut merasakan kepalanya membentur sesuatu. 

"Yammy malam ini kita makan enak," teriak musang menarik ekor si Gendut tinggi-tinggi.  

"Hahaha banyak makanan malam ini.." tawa empat ekor musang sambil berjalan perlahan mengelilingi mereka. 

"Grrr... Jangan coba-coba kalian ganggu kami," teriak Denki. 

"Kwek.. Kwek. Tolong.. Tolong." Beki mengepakkan sayapnya mencoba terbang. 

"Tolong jangan ganggu kami," seru Meji memohon. 

"Teman-temanku hanya ingin mengambil jagung." seru Denki. 

"Oh jagung?  Boleh-boleh aja tapi dengan syarat temanmu harus tinggal." seru musang menyeringai terlihat gigi putihanya. 

    "Tidak bisa!!" salah satu musang melompat ke arah Beki. Dengan sigap Meji mematuk dan mencakar kepala musang itu. Musang yang lain mencoba membantu tapi dihalangi Denki yang menyalak keras. 

Kedua musang itu perlahan mundur. 

"Ayo kawan kita bawa saja tikus gendut ini," seru musang yang lainnya. 

Tiba-tiba Meji terbang dengan kakinya mencakar ke arah musang itu hingga terjungkal. Si Gendut dengan sigap menggigit tangan musang hingga ekornya terlepas. Musang-musang itu pun lari ke dalam hutan. 

"Hore.. Kita bebas, terima kasih gaes. Sekarang waktunya makan." pekik si Gendut melompat ke arah jagung besar. Giginya yang kuat dengan cepat memakan deretan biji jagung. 

       Meji dan Beki tersenyum dan mengambil buah jagung dan memakannya. Sedangkan Denki merebahkan badannya sambil berjaga-jaga.

     Mereka terduduk kekenyangan. Si Gendut terlihat meringkuk dan memejamkan matanya dibawah kulit jagung. 

"Kita harus cepat kembali ke kandang. Sebentar lagi matahari terbit." seru Meji. 

"Bagaimana kita membawa jagung ini." tanya si Gendut. 

   Meji memandang sekitar dan dilihatnya ada tanaman keladi. Mereka memetik daun keladi untuk membungkus jagungnya. Lalu bungkusan itu diikat ke tangkai keladi. 

"Hei ini buat apa?" tanya si Gendut. 

"Kita akan meluncur turun," seru Meji tersenyum. 

Mereka mulai duduk di atas masing- masing daun keladi dan meluncur ke bawah diatas tanah yang longsor. 

"Yuhu... Ayo kita pulang," teriak Meji.

"Let's go gaes... Mak.. Aku pulang," teriak si Gendut meliuk-liukkan daun ke kanan kiri. 

"Kwek..kwekk...." pekik Beki menyipitkan matanya.

"Hahaha..." tawa senang Dengki dengan menjulurkan lidahnya yang melambai terkena angin.

     Tibanya mereka di bawah Meji melihat cahaya sinar matahari. Dia melompat ke atas batu besar dengan tegap dia membusungkan dadanya dan mengepak-ngepakkan sayapnya mengarah ke matahari. 


"Kukuruyukk... kukuruyuk ..kuukuruyukk.. " Meji berkokok dengan lantang. Ini kali pertama dia berkokok pagi hari. 

 Mendengar suara kokok Meji,  semua penghuni kandang berhambur lari ke luar mencari suara Meji. 

"Terima kasih Meji," seru induk ayam.

"Kwekk.. Wah jagungnya banyak. Terima kasih Meni," teriak bebek bergantian.

"Cit..cit.. Kamu adalah pahlawan kami," tawa anak-anak ayam melompat senang ke arah Meji. 

"Terima kasih Meji, maaf selama ini kami mengejekmu. Ternyata kamu ayam jago pemberani," kata Hitam. Meji tersenyum senang. 

     "Ok, gaes yang mau mendengarkan  perjalanan cerita kami silahkan mendekat." teriak si Gendut. Anak-anak ayam dan bebek datang berkerumun di sekitar si Gendut. 

    Cahaya matahari mulai bersinar terang, dari kejauhan terlihat di atas ladang jagung membentang warna pelangi yang indah. Meji senang walaupun dia berbeda tapi dirinya bisa berguna bagi teman-temannya. 


***

KOLABORASI DONGENG

1. DEA FELINA

https://ceritaceriadinara.blogspot.com/2020/11/bil-dan-bul-hidup-itu-anugerah.html?m=1https://dee-arnetta.blogspot.com/2020/12/petualangan-di-hutan-ajaib.html?m=1

https://dee-arnetta.blogspot.com/2020/12/petualangan-di-hutan-ajaib-end.html?m=1

02. ANASTASIA

https://anastasialovich.blogspot.com/2020/12/misteri-patung-menangis-di-kerajaan.html?m=1

03. DELIA

https://deliaswitlof.blogspot.com/2020/12/putri-mirela.html?m=1

04. ARDHIANA

https://ceritaceriadinara.blogspot.com/2020/11/bil-dan-bul-hidup-itu-anugerah.html?m=1

05. Idah Ernawati 

https://terpakukilaukata.blogspot.com/2020/12/omong-omong-di-belakang.html?m=1

06. Ira barus

https://menjile.blogspot.com/2020/12/meji-si-jago-tak-berekor.html

07. Mariana

 https://cemplungable.blogspot.com/2020/12/si-cantik-yang-sombong-dan-serakah.html











Gazebo bambu tua

 


Es teller

         Di tiga binanga letaknya di kabupaten tanah karo sumatera utara terdapat penjual es teller medan. Kuliner ini cukup terkenal karna rasa esnya segar dan manis menggunakan santan dari kelapa asli daerah tersebut yang terkenal dagingnya tebal dan banyak santannya. 



Penampilan es  terlihat cantik dengan warna warni isinya yaitu 

Kolang kaling berwarna hijau

Pacar cina yang berwarna merah

Cincau hitam

Cendol berwarna hijau

Irisan alpukat

Irisan jagung muda

Agar-agar

Tapai ubi


          Kemudian disiram air gula dan santan kelapa yang gurih. Diberi pecahan es batu untuk sensasi dingin.

          Air dari es teller ini akan terasa segar di minun saat cuaca panas untuk menghilangkan dahaga. Dan isi dari es terasa nikmat dimakan membuat perut kenyang.

Ayo jalan-jalan ke tiga binanga jangan lupa minum es teller nya. 

Pola dasar baju anak (newborn baby)

 Pola dasar baju anak kali  saya jelaskan pola  untuk newborn baby tidak jauh beda ukurannya dengan pola dasar yang sebelumnya saya share usia 0-6 bulan. 

Bila anda ingin menjahit sendiri baju untuk di hadiahkan atau untuk pemakaian sendiri berikut saya berikan pola dasar baju newborn baby yang dapat di variasi kan sesuai model yang diingini. 


Ukuran di pola newborn ini lebih di perkecil di bagian lingkar badan,  kerung lengan, dan bahu. 

Berikut pola dasarnya 

Pola badan depan dan belakang 


Untuk pola depan bagian leher yang lebih rendah. Begitu sebaliknya untuk pola belakang. 

Pola tangan 

Karna pola ini setengah gambar jadi bisa di gambar utuh supaya memudahkan untuk di jiplak ke kain.

Untuk lebih jelasnya dalam pembuatan pola dapat di lihat di video berikut 


Selamat mencoba. 


Resep ayam kundur khas tanah karo



       Di tanah karo Sumatera utara masyarakat suku batak karo banyak menanam buah kundur. Di daerah lain buah kundur dikenal juga dengan buah beligo. Buah ini termasuk dalam labu-labuan. Umumnya bentuknya lonjong di luar terlihat keras dan berwarna hijau. Dagingnya berwarna putih. Bila dimakan akan terasa segar. Buah kundur dapat disimpan dalam jangka waktu lama karna kulitnya yang keras.  


     Selain banyak mengandung air, dan vitamin buah ini memiliki khasiat untuk kesehatan. Salah satunya mencegah flu, penyakit jantung, anti oksidan dan menjaga pertahanan tubuh. 

       Bila di perkampungan buah ini banyak disimpan untuk dimasak menjadi pengganti sayuran karna lembut dan terasa segar. Menurut cerita para orang tua buah ini lebih banyak dimasak dengan gulai ayam atau ikan. Sayur gulai ayam kundur terasa nikmat dimakan bersama keluarga sambil bertukar cerita akan menghilangkan penat setelah bekerja. Buah kundur menjadi masakan tradisional suku batak karo yang banyak digunakan pada masakan di acara-acara adat. 

       Kali ini saya akan membagikan resep masakan rumahan gulai ayam memakai buah kundur. 


Bahan-bahannya

1. Ayam potong

2. Buah kundur

3. Santan kelapa 

4. Daun kemangi

5. Irisan tomat

6. Daun jeruk




Bumbu-bumbu yang dihaluskan

1. Bawang merah

2. Bawang putih

3. Cabai merah dan cabai rawit

4. Kemiri

5. Kunyit



Bumbu-bumbu yang di geprek

1. Sereh

2. Asam cikala

3. Lengkuas 


Cara memasaknya; 

1. Tumis bumbu yang dihaluskan sampai harum

2. Masukkan bumbu yang di geprek 

3. Masukkan ayam tumis dengab bumbu hingga setengah masak

4. Masukkan santan beri garam lalu masak. 

5. Bila santan mulai mendidih masukkan buah kundur. Jangan lupa untuk di aduk supaya santan tidak pecah. 

6. Bila buah kundur mulai lunak masukkan daun kemangi. Masak hinga lembut dan angkat. 

   Sayur gulai ayam kundur ini terasa nikmat dimakan dengan nasi putih hangat. Buah kundur yang digigit akan terasa segar di mulut  berpadu dengan rasa pedas asam dari kuah gulainya. Berkunjung ke tanah karo belum lengkap bila belum makan gulai ayam kundur. 

Si hitam dan si belang

   


  Si belang dengan perlahan merangkak dengan tatapan matanya yang tajam dia melihat ke arah pinggiran sawah yg dipenuhi tanaman padi yang menguning. Tiba-tiba padi itu bergoyang-goyang dan terlihat moncong kecil menggendus-endus ke udara. Secepat kilat ia melompat tinggi mendaratkan cakar kakinya menangkap tubuh tikus kecil itu. Tikus kecil itu tak berdaya, kaki kecilnya bergerak berusaha melepaskan diri. Seharian ia menunggu mangsanya ini, "Yah tak apalah hari ini aku dapat yang kecil," bisiknya dalam hati. Ia langsung menggigit leher si tikus. 

     Dengan santai ia berjalan dengan menggigit tikus yang terlihat lemas. Di kejauhan terlihat si hitam yang sedang asyiknya menjilat tangannya. Dia memandang si belang yang mendekatinya. 

"Berapa lama kau dapat menangkapnya," seru si hitam sambil melirik tikus kecil di mulut si belang. Langkahnya terhenti dan menjatuhkan tikus kecil dari mulutnya. Melihat keadaan itu tikus merasa ada kesempatan baginya untuk melarikan diri. Tapi tiba-tiba terasa ekornya sakit, ia melihat kaki si belang menahan ujung ekornya. Si tikus merasa tidak berdaya dan terdiam pasrah. 

"Sepertinya kau sudah makan enak ya, dimana kau tangkap tikus?" tanya si belang.

"Tikus? Aku kurang suka tikus kurang mengenyangkan," sambil melirik anak tikus yang menangguk setuju dengan perkataannya. 

"Jadi kau makan burung?" tanya si belang lagi. 

"Burung? Capek nangkapnya," jawab si hitam. 

"Lalu apa? Ooh.. tong sampah bu Kris terbuka ya jdi kau makan sisa makanan di dalamnya." 

Si hitam menggelengkan kepala sambil mengusap-usap telinganya. 

"Jadi apa dong, kelihatannya yang kau makan enak," air liur si belang menetes jatuh ke kepala tikus kecil. Melihat itu tikus kecil mulai gemetar. 

"Ada keluarga yang baru pindah di ujung kompleks, orangnya baik sekali, dia menyiapkan ikan untuk kita makan," kata si hitam dengan membusungkan dadanya. 

"Wah, apakah ikannya banyak?" Tanya si belang dengan mata berbinar. 

"Yah, tentu saja, kalau kau mau bisa kuantarkan kesana," katanya sambil merebahkan badannya. 

"Mau, mau, mau, ayo kita kesana," seru belang dengan riang. 

"Bagaimana dengan tikusmu itu?" Tanya hitam sambil melihat mata tikus yang memelas. 

"Ah, kali ini dia ku lepas terlalu kurus untuk kumakan, besok dia gemuk akan kutangkap lagi," si belang mengangkat kakinya dan tikus itu melompat pergi dengan mengeluarkan suara kesal yang keras, "Ciitt.. cciittt..!!" 

Si hitam dan si belang tiba di gerbang rumah yang bertembok warna merah. Si hitam masuk melalui celah pagar yang rusak. Si belang mengikutinya dari belakang. Bau harum ikan goreng mulai tercium. Perut si belang mulai menjerit-jerit minta makan, hingga air liurnya menetes. Sesampainya di belakang dapur dengan cepat si hitam melompat ke atas jendela diikuti si belang. Mereka melihat banyaknya ikan goreng di atas piring. Dengan cepat mereka menggigit ikan itu. Tiba-tiba benda besar mendarat di samping piring ikan menimbulkan bunyi keras. Mereka terkejut hingga terlepas ikan di mulutnya dan berlari. 

"Hei kucing-kucing nakal, kamu ya yang tadi mencuri ikan," teriak perempuan gemuk sambil mengangkat sendok sayur yang panjang. 

   Dengan cepat mereka berlari keluar pagar. Naas, si hitam terjatuh ke got badannya basah kuyup dengan kotornya air got. Si belang menghentikan larinya dan bersembunyi di balik pohon dekat got sambil melihat si hitam. 

   Kakinya gemetar dan nafasnya tersenggal-senggal. Pelan-pelan dia jalan ke arah got dan dilihatnya si hitam berusaha melompat dan manjat ke atas. Akhirnya si hitam berhasil keluar dari got tapi kaki kirinya terkilir akibat terjatuh tadi. Dengan kesal si hitam menggerutu, "Sial sekali aku, tadi pagi tidak ada apa aku ambil ikannya, kenapa sekarang tidak boleh." 

    "Kamu tau itu tadi kita mencuri ikan bukannya disediakan untuk kita," kata si belang sambil berlalu pergi. Ia merasa kesal melihat si hitam. Terdengar perutnya mulai berteriak lapar. Teringat ia dengan tikus kecil yang lezat tadi. Ia menghela nafas menyesal telah melepaskan tikus tadi. 

"Hei, tunggu aku," teriak si hitam berjalan terpincang-pincang. Si belang tak menghiraukannya. Ia berlari ke arah sawah berharap bisa menangkap seekor tikus untuk disantapnya malam ini. 

     Si hitam tertunduk mengingat harumnya aroma ikan goreng yang menggodanya membuatnya lupa segalanya. Ia mengikuti naluri laparnya tanpa berpikir lebih jauh kalau tindakan itu adalah mencuri. Ia mendapat ganjarannya kakinya terasa sakit sekali. Mungkin kalau tadi dia bersabar menunggu pasti tulang-tulang ikan itu bisa didapatnya di tempat sampah. Hari mulai sore, badannya yang basah mulai terasa menggigil. Ia melihat kardus kosong dekat rumput dan merebahkan badannya untuk istirahat. 


pillow case dress

 Model kali ini mudah untuk dijahit. Sangat cocok untuk pemula yang belajar jahit. 


Bahan-bahan:

1. Kain batik kurleb 1 mtr dan

2. Kain berwarna. 

3. Bis tape/bisban berwarna


Langkah-langkahnya; 

1. Siapkan pola dasar ukuran badan longgar. 

2. Garis lurus dari bawah leher ke arah kerung lengan lalu gunting. 


3. Letakkan pola ke kain batik yang sudah dilipat dua kali. Jadi disini tidak memakai resleting ataupun kancing. 

4. Garis kampuh bagian atas 7 cm dan sisinya 2 cm. 


5. Untuk talinya memakai kain berwarna gunting ukuran panjang 120 cm lebar 22 cm



Cara menjahit:

1. Obras seluruh kain

2. Jahit sisi badan

3. Jahit bis tape/bisban di bagian kerung lengan.

4.  Lipat 3 cm kampuh atas lalu 1 cm lipat ke dalam dan jahit. 


5. Jahit memanjang kain untuk tali lalu di balik. Masukkan tali kedalam lipatan kampuh tadi. 





Baju ini cocok untuk dipakai sehari-sehari, lebih nyaman dan tidak panas untuk anak-anak. 

Dapat juga dilihat di video berikut 




Piyama kerah shiller

 

       Kerah adalah bagian dari busana yang dijahit dibagian leher baju. Bentuk kerah bermacam-macam sesuai dengan model yang ingin di buat. 

Fungsi dari kerah itu sendiri adalah; 
- Untuk melindungi bagian leher dari cuaca    panas dan dingin. 
- Sebagai pelengkap mempercantik pakaian. 
     
   Kali ini saya akan membuat pola kerah shiller yang biasa dijahit di leher baju piyama, seragam kantor dan lain-lain. 

   Tahap pertama pembuatan pola adalah terlebih dahulu siapkan pola dasar depan dan belakang, lalu ukur bagian leher belakang dan depannya. 

Buat pola kerah seperti berikut 





 Bagian-bagian yang didapat setelah meletakkan pola

1. Bagian depan 2 lembar

2. Bagian lapisan leher depan 2 lembar ditempel kain vislin. 

3. Bagian belakang 1 lembar

4. Bagian lapisan belakang 1 lembar

5. Bagian kerah belakang 2 lembar di lapis vislin. 


Cara menjahit:

1. Jahit bagian kerah belakang. 

2. Jahit satu lapisan leher depan dan belakang 

3  Pasang kerah belakang ke baju lalu dijepit dengan lapisan leher. Jahit keliling lapisan leher


Pola ini dapat juga dilihat di



https://youtu.be/KG_wczrk

Kuatku


Angin sepoi berubah kencang

Musim panas berganti badai

Dalam dingin kuterduduk merangkul diri

Menutup muka menahan tangis

Teriakan keras mencekik leher

Menahan sesak hati yang pedih 


Bayangan indah menari mengejek

Senyuman manismu berubah cibir

Tatapanmu teduh menjadi tajam

Elusan jemarimu  serasa tamparan

Bisikan lembutmu  terdengar caci makian

Pelukan hangat berubah dingin

Genggamanmu  yang erat kini

mencengkeram jemariku

Tawamu menggelegar memekakkan telinga 


Badanku tersungkur memohon cinta

Saat bertatap kau membuang muka

Jam pasir hati retak tak guna

Hati hancur meninggalkan luka

Cinta seribu tahun berlalu dalam detik

Bercampur debu terbawa angin



Tak guna diriku luluh lantak

Dalam sepi kukumpulkan sisa diri

Merias wajah bertopeng senyum 

Berdiri diatas goyahnya kaki

Meremas jemari menghibur diri

Menunggu kasih baru membentuk hati



Mie instan wortel kol

  Kali ini saya memasak mie instan dengan variasi wortel dan kol. 


Bumbu yang diperlukan

- Bawang merah, bawang putih,tomat,cabai merah, daun bawang yang diiris. 

- Wortel dan kol juga diiris

- Telur ayam

- Bakso ikan yang di potong empat bagian

- Mie instan disini saya memakai mie sedap. 



Cara memasaknya; 

1. Tumis bumbu hingga harum. 


2. Masukkan telur dan bakso ikan beri garam secukupnya. Lalu dimasak orak arik. 


3. Masukkan wortel dan sayur kol tumis sesaat lalu masukkan air secukupnya. 





4. Setelah mendidih masukkan mie instan masak hingga lembut. 


5.   Sajikan mie dengan potongan tomat dan taburan daun bawang. 

     

    Mie yang dicampur wortel dan kol terasa manis, pedas dan segar. Cocok untuk makanan di pagi hari sebelum memulai aktivitas. Selamat mencoba. 












  

Resep Ayam gulai kecombrang

    


     Sebagian daerah kecombrang dikenal sebagai bunga rias atau honje. Di medan kecombrang ini banyak di gunakan dalam masakan tradisional. Wangi kecombrang memiliki ciri khas yang meningkatkan selera makan dan rasanya tidak pahit. Selain itu buahnya yang disebut cakala juga dimanfaatkan untuk cita rasa asam. 

      Kali ini saya mencoba memasak gulai ayam memakai kecombrang dan asam cakala. 

 Bahan yang diperlukan:                        Bawang merah, bawang putih, cabai rawit, lengkuas, sereh, kunyit, kemiri, daun jeruk, tomat, kecombrang, asam cakala, santan kelapa dan ayam. 



Cara menyiapkan bumbu; 

1. Haluskan bawang, cabai rawit, kemiri, kunyit dan garam. 


2. Geprek sereh, lengkuas dan asam cakala. 

3. Iris kecombrang dan potong-potong tomat. 


Cara memasak; 

1. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan hingga harum. 


2. Masukkan ayam tumis sampai setengah masak. 


3. Masukkan santan kental dan garam  lalu aduk  hingga mendidih. 


4. Setelah mendidih masukkan kecombrang dan tomat masak hingga matang. 

   

     Gulai ayam kecombrang ini terasa sedap dengan aroma  wangi  yang dikeluarkan dari kecombrang menggugah selera makan. Rasa gurihnya santan meresap ke dalam daging ayam. Kuahnya terasa pedas, asam dan dilidah terasa ciri khas dari kecombrang. Selamat mencoba.