Pengikut

Langkahku dalam menulis


Teriknya  matahari siang mempercepat  langkahku di atas  hamparan daun-daun kering. Terdengar bunyi  hancurnya daun menjadi serpihan kecil dan menancapkan  duri di telapak kaki  ku. 
Ku kibaskan serpihannya yang menempel dan mencabut dirinya. Terihat hembusan angin menggangkatnya tinggi dan melayang. 
Pergilah, biarlah bayanganku menemanimu dan  sampaikan  ceritaku pada dunia. 
Kalimat inilah yang melintas dipikirkanku saat diberi tugas menulis di kelas blog. 



Untuk memulai menulis terasa sulit bagi ku yang tipe pemikir. Lebih banyak pertimbangannya, mulai  dari munculnya rasa takut salah dalam pengunaan bahasa dan ragu dalam penulisan. Dibutuhkan inspirasi dan referensi untuk memulainya.  

Ku coba merangkai tiap huruf menciptakan susunan kalimat. Berharap, maksud dari penulisan ini bisa tersampaikan. 





8 komentar:

  1. Samaa....ktk mau menulis kendalanya ya bgitu. Aku juga tipe pemikir. Semangaaat, mba..👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. klo nga dipaksakan nga muncul tulisannya

      Hapus
  2. Kendala aku jg ini tiap saat mulai menulis 😂 Suka dengan nama blognya.kakaaaak 🙏

    BalasHapus
  3. Terima kasih sudah mencoba, Mbak dan berhasil kok. 🥰
    Ternyata Mbak bisa dan akan jadi biasa dengan menulis.

    Ini postingan sudah diedit, ya? Ada beberapa yang masih tertinggal editannya. Penulisan "ku, di", masih ada yang belum tepat.

    Ku yang dipakai di depan kata, harus disambung.
    Ku kibaskan --> Kukibaskan

    Ku yang di akhir kata pun harus digabung penulisannya.
    telapak kaki ku --> telapak kakiku

    Ada beberapa kesalahan ketik juga, typo. Semoga ke depannya lebih teliti lagi ya, Mbak.

    Mbak menulis sudah enak dibaca, mengalir lancar. Latihan terus ya, Mbak? Ngak usah takut salah. Dari kesalahan itulah kita belajar. Keep writing!

    BalasHapus
  4. Sukaaa👍👍 kayaknya kita mirip deh atau saya yang merasa sama hihiii

    BalasHapus