Di tahun 1990 malam itu hujan deras membuatku sedikit mengantuk tapi ada serial TV yang selalu ingin ku tonton. Ya serial "friday the 13th" tiap episode selalu beda cerita dan ini yang membuatku penasaran ingin menontonnya walaupun ini film horor yang selalu tayang malam jumat jam 11 di TVRI. Sayangnya rasa kantuk ini terlalu kuat membuatku menyerah kembali ke kamar untuk tidur.
Aku terbangun mendengar suara anjing melonglong melengking saling bersahutan. Ku lihat jam dinding menunjukkan jam duabelas tepat.
"Duk.. Duk.. Duk." Terdengar tujuh kali bunyi benturan di pintu ruang tamu lalu menghilang. Entah apa itu tapi mataku sudah mengantuk. Tiba-tiba lampu di rumah kedap kedip ku pikir ini pasti karena lagi hujan. Cepat-cepat ku tarik selimut karena udara mulai terasa dingin dan aku tertidur.
Paginya aku terbangun karena terdengar suara seseorang memanggil orang tuaku, ku lihat dari jendela di depan pagar seorang satpam terlihat pucat dengan nafas terengah-engah mencoba menenangkan dirinya. Orang tuaku mempersilahkan bapak satpam itu duduk dan menenangkan dirinya.
"Semalam ada keris berapi jatuh dari atas tiang bendera lalu berputar-putar depan pintu kaca kantor.. " Cerita pak satpam sambil meremas tangannya.
"Hah.. Apakah bunyinya tujuh kali?" Kataku
"Ya, kok bisa tau? Apakah kerisnya lari ke sini? Ah engga mungkin aku lihat sendiri keris itu setelah mengetuk langsung pecah mengeluarkan kobaran api dan melemparkan banyak paku besar." Tentu saja bapak satpam dapat melihat dengan jelas dari dalam karena pintu kantor semua terbuat dari kaca lebar.
"Menurut adat jawa tadi malam itu terhitung malam jumat kliwon bulan purnama penuh seharusnya diberi sesajen dibawah tiang bendera." Ujarnya sambil menunjuk ke arah kalender yang ada di dinding.
"Jadi bagaimana pak " Tanya orang tuaku
"Saya sudah tanya pak kiayi katanya kita harus siram bunga tujuh rupa disekitar tiang bendera dan depan gedung kantor."
"Baiklah kalau gitu bapak siapkan aja semua," Seru orang tuaku.
Aku masih merasa penasaran dengan bunyi yang ku dengar semalam.
"Maaf Pak jam berapa ya tadi malam kejadiannya." Tanyaku penasaran.
"Tepat tengah malam jam duabelas pas."
Hm.. Aku mulai berpikir apakah yang ku dengar semalam adalah bunyi pintu kaca kantor itu? Tetapi jarak antara rumahku dengan kantor sekitar 300 mtr.
Aku kembali ke kamar dan ku liht ada bungkusan kertas tulis di meja. Setauku semalan aku tidak ada meletakkan kertas itu, karena ku pikir itu sampah maka ku ambil dan ketika mau ku buang ke tempat sampah. Tanganku merasa ada sesuatu dalam bungkusan kertas itu. Ku buka bungkusannya dan terkejutnya aku isinya tujuh paku panjang warna hitamhitam ***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar