Pengikut

Beladiri untuk remaja

 


Sebagai seorang ibu yang memiliki anak remaja laki pastinya khawatir melihat banyaknya kenakalan remaja saat ini seperti tawuran, gank motor, narkoba, judol dll. Untuk mengantisipasi itu aku menawarkan kepada anak sulungku di kelas 10 untuk ikut olahraga beladiri taekwondo. Kami coba daftar di club atau disebut dojang. 

Ketika dia masuk SMA ternyata ada ekskul taekwondo jadi dia pilih ekskulnya ini. Seminggu tiga kali berlatih di dojang dan sekali seminggu latihan di sekolah. Pelatihnya yaitu sabeum di sekolah menawarkan dia ikut pertandingan. 

Pertama kali bertanding dia mendapatkan medali perak dan ini buat dia sedih sampai menangis karena mengingat letihnya latihan rutin tiga bulan, dan bapaknya memeluknya kami berikan dia kata-kata semangat. Dia minta pulang dan untuk menghiburnya kami makan mie aceh kesukaannya. Sampai di rumah kami di telp sabeumnya ternyata juri salah hitung skor, seharusnya dia dapat medali emas jadi sabeumnya meminta dia kembali ke gor untuk tukar medali. Karena jarak dari rumah ke gor jauh dan sudah terlalu malam akhirnya dia iklaskan. Hatinya tenang dan merasa bangga. 

Ada 5 pertandingan dia coba ikuti untuk mewakili sekolah. Ternyata tidak semua pertandingan memberikan sertifikat yang berguna buat pendidikannya ke depan. Setelah mencari informasi dia pilih pindah dojang yang pelatihnya seorang master dan mantan atlet nasional. Dari beliau kami belajar cara memilih pertandingan yang bermanfaat untuk pendidikan anak ke depan. Ini juga karena pertimbangan kami melihat tiap pertandingan biayanya cukup mahal. Jadi lebih baik mengikuti pertandingan yang diselenggarakan pihak-pihak tertentu seperti kemenpora, dispora, koni pusat dan puspresnas. Ada skor tertentu untuk pertandingan tingkat kabupaten, propinsi, nasional dan internasional. 

Biaya yang kami keluarkan selama anak latihan kalau dihitung cukup besar. Mulai dari biaya bulanan latihan dojangnya, biaya ujian kenaikan tingkat (UKT) per 4 bulan, biaya alat perlindungan badan, biaya ongkos ke dojang dan biaya pertandingan. Untuk pertandingan biasanya satu atau dua kali setahun. Ini bisa di dalam kota atau di luar propinsi. 

Cidera dalam pertandingan tidak terhindar. Dia pernah pingsan karena lawan menendang alat vital. Pernah pergelangan kaki terkilir dan pergelangan tangan memar. Walaupun begitu semangatnya tetap ingin mencoba pertandingan lainnya. Sampai dia lulus SMA ada sembilan pertandingan dia ikuti dan salah satunya tingkat internasional. 

Melalui taekwondo ini membentuk rasa percaya dirinya dan dia bisa menahan dirinya dengan menolak secara halus ketika ada kawan yang mengajaknya gabung dalam genk motor. Dan menolak tawaran teman untuk merokok dan bergabung dalam kelompok kumpul main game online di cafe sampai tengah malam. Menurutnya pertimba kesehatan badan lebih utama, dia tidak mau jerih payahnya latihan hancur oleh sebatang rokok dan bergadang yang tidak jelas. Walaupun dia dibenci kawannya itu tapi perinsipnya masih ada kawan lain. 

Beladiri ini bukan sekedar hanya buat jaga diri aja tapi melatihnya untuk mencari solusi saat ada bahaya. Saat ada genk motor memprovokasi depan sekolahnya dia mengajak kawannya yang diluar gerbang untuk masuk ke gedung sekolah. 

Sekarang dia memasuki dunia perkuliahan dan kecintaannya dengan olahraga taekwondo tetap dia jalani. Apalagi dia pernah dipercayakan pelatihnya menjadi coach di pertandingan. Tujuannya ke depan disamping kuliah dia tetap berlatih untuk pertandingan sekali setahun dan dia juga ingin menjadi pelatih. Good luck my son***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar